All posts by Em Farobi Afandi

Mahasiswa Paramadina, aktif menulis di berbagai media.

Posted On March 24, 2017By Em Farobi AfandiIn Budaya

Prinsip-prinsip Pendidikan Pesantren

Ulasan atas esai Gus Dur berjudul Prinsip-prinsip Pendidikan Pesantren I Secara garis besar, dalam esai “Prinsip-prinsip Pendidikan Pesantren” ini, ada dua gagasan utama yang disampaikan oleh Gus Dur. Pertama, tiga unsur dasar pesantren yang oleh Gus Dur kemudian dijadikan sebagai dasar yang harus dipegang dalam pengembangan pendidikan pesantren. Kedua, empat biji tantangan yang “dikhawatirkan” akan mengoyak eksistensi tiga elemen dasar pendidikan pesantren yang dibahas pada poin pertama. Gus Dur mendefinisikan pesantren secara teknis sebagai tempat di mana para santri tinggal, pesantren mirip dengan akademi militer dan biara, kemiripannya adalah dalamRead More

Posted On February 27, 2017By Em Farobi AfandiIn Resensi

Jalan Sunyi Wiji

Meski dalam beberapa hari terakhir review film yang bakal saya tonton ini bersliweran di timeline Facebook dan Twitter, namun saya punya pegangan bahwa tak akan membaca review film sebelum saya menontonnya, agar kalau bagus saya puas betul, kalau jelek biar sempurna saya mengumpati sutradaranya. Haha. Dan meski ketika akan menonton film ini, salah satu kawan saya yang sudah menikmatinya berpesan, “jangan terlalu berekspektasi tinggi, ya.. Filmnya biasa saja.” Itu tidak menyurutkan langkah saya sedikitpun untuk tetap menontonnya. Film yang saya tonton kemarin ini adalah gambaran dari penggalan kisah seorang penyairRead More

Posted On January 1, 2017By Em Farobi AfandiIn Budaya, Headline, Humaniora

Merayakan Isa

Sebagai manusia, Isa sang mesias dikaruniai Tuhan ‘modal’ berlimpah ruah buat jadi ‘seleb’ jagat raya sepanjang masa. Dan memang tidak bisa dipungkiri, sejak awal Isa adalah figur yang punya potensi besar untuk jadi populer sebab banyak hal, mulai dari kenyelenehan caranya lahir ke dunia, tanpa perantara bapak, hingga kontroversi kisah akhir hayatnya. Belum lagi setelah ia diangkat menjadi nabi dan kemudian dituhankan oleh kaum Kristen. Isa ‘alaihi al-salām lahir dari seorang perawan yang belum pernah tersentuh lelaki sedikit pun sebelumnya. perempuan itu bernama Maryam. Saking ngetopnya Isa, al-Qur’an bahkan sampaiRead More