Keislaman Category

Posted On April 8, 2017By KuncenIn Tasawuf

Takut dan Berharap kepada Allah

بسطك كي لا يبقيك مع القبض، وقبضك كي لا يتركك مع البسط وأخرجك عنهما كي لا تكون لشيء دونه Allah “melepasmu” agar ia tidak membiarkanmu terus menerus bersama gengaman-Nya; dan Dia “menggenggammu” agar Dia tidak meninggalkanmu bersama keterlepasan; dan Dia keluarkan engkau dari genggaman dan keterlepasan agar kau ada hanya untuk-Nya. “Allah menggenggammu” artinya Allah memberikan satu cobaan yang membuat kita menjadi sangat sempit. Nah, genggaman Allah itu adalah satu bentuk sifat yang membuat si hamba merasa tak berdaya apa-apa, penuh dengan rasa takut. Karena itu, maqam qabdh itu sebenarnyaRead More

Posted On March 24, 2017By Muhammad Cahyadi GunawanIn Tasawuf

Titik Pusat Agama-agama

Konsep umum tentang hubungan antara manusia dan Tuhan, yang dapat disebut juga sebagai hablun min-Allah, sebenarnya berada di titik pusat dari setiap ajaran agama, bahkan merupakan titik pusat itu sendiri. Berpijak pada gagasan tersebut, dapat dipahami bahwa apapun interaksi dan hubungan manusia yang terjadi dalam dunianya, selama tidak berhubungan langsung dengan Tuhan, berada dalam bingkai dan koridor hablun min-Allah itu. Pada prakteknya, implementasi hablun min-Allah mengalir dalam setiap sendi aspek lain dari agama. Misalkan dalam Islam, perintah mendirikan sholat (sisi ritual atau metode) diiringi dengan gagasan li-dzikrii, “untuk mengingat-Ku”. AtauRead More
Esai ini adalah “semacam” komentar atas dua paragraf pertama Bab I dari buku Seyyed Hossein Nasr Ideals and Realities of Islam. Seyyed Hossein Nasr memulai uraiannya tentang Islam dengan menegaskan bahwa setiap agama wahyu (revealed religion), termasuk Islam, adalah sekaligus sebuah agama dan Sang Agama. Penegasan ini sebenarnya adalah pembedaan antara unsur esensial agama dan unsur aksidental atau diferensial agama—suatu prinsip epistemologis dasar dalam sophia perennis, perspektif yang digunakan Nasr;[1] unsur esensial berarti unsur intrinsik yang pasti ada dalam setiap, agama, sedangkan unsur aksidental atau diferensial berarti unsur-unsur yang tidakRead More

Posted On February 24, 2017By KuncenIn Headline, Keislaman, Tasawuf

Memenuhi Tuntutan Allah

خير ما تطلبه منه ما هو طالبه منك Sebaik baik apa yang kau tuntut dari Allah yaitu apa yang Allah tuntut darimu Manusia hidup di dunia ini mempunyai banyak tuntutan, dan kadang dia mempunyai prioritas tersendiri terkait tuntunan tersebut, mana yang paling bagus, paling hebat, dan seterusnya. Tetapi ternyata, dari sekian banyak tuntutan itu, tuntutan yang paling baik adalah memenuhi tuntutan Allah. Ada dua tuntutan Allah pada manusia, baik pada orang mukmin terendah sampai yang tertinggi, yakni para nabi dan para wali: pertama, al-shidq fī l-ʽubūdiyyah, benar atau kesungguhan dalamRead More

Posted On December 9, 2016By KuncenIn Keislaman, Tasawuf

Kembali Pada Allah

Pengajian Kitab al-Qashd al-Mujarrad [1] Majelis ilmu yang paling luhur adalah majelis yang mengajak kita untuk merenung di medan ilmu tauhid. Merenung yang dimaksud adalah perenungan segala sesuatu yang dapat membuat kita sadar dan semakin yakin akan keesaan Allah. Segala ciptaan Allah dapat dijadikan objek perenungan. Perenungan atas ciptaan Allah dilakukan tidak sebatas pada wujud atau objek ciptaan tersebut, tetapi dengan cara merenungkan apa yang tersembunyi atau hikmah di balik penciptaan makhluk tersebut. Karena sesungguhnya di balik  segala ciptaan-Nya, tecermin Nama-nama, Perbuatan-perbuatan, dan Sifat-sifat Allah, baik makhluk di alam nyata,Read More
“Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban ini, serta pertemukan kami dengan bulan Ramadan” Untaian doa di atas selalu menghiasi hari-hari manusia suci, baginda Rasulullah saw di kala beliau berjumpa kembali dengan bulan yang dimuliakan oleh Allah yakni bulan Rajab dan Sya’ban. Sabda yang berisi doa ini menyuratkan betapa mulianya kedua bulan tersebut sekaligus juga menyiratkan bahwa Rasulullah sangat merindukan dan mendambakan untuk berjumpa kembali dengan pimpinan bulan-bulan Islam (sayyid asy-syuhur) yaitu bulan Ramadan. Kerinduan akan kehadiran Ramadan yang telah diuswahkan oleh Rasulullah kepada umatnya ini layak mendapatkanRead More

Posted On June 21, 2015By Wawan KurniawanIn Al-Qur'an, Keislaman, Tasawuf

Ber-ihsān ala Gus Dur

Beberapa waktu lalu media sosial kita sempat ramai gara-gara anjuran Wakil Presiden Jusuf Kalla agar masjid-masjid tidak memutar kaset tilawah sebelum Subuh. (Kompas.com). Komentar dan tanggapan bermunculan, yang mendukung maupun yang mencibir. Tak luput artikel Gus Dur, yang ditulis tiga puluhan tahun lalu dan kemudian disertakan dalam buku Tuhan Tidak Perlu Dibela, juga dilibat-libatkan dalam keramaian itu guna mendukung anjuran JK. Dan memang Gus Dur sendiri dalam artikel berjudul ‘Islam Kaset dan kebisingannya’ itu menyarankan “peninjauan kembali ‘kebijaksanaan’ suara lantang di tengah malam.” (Gus Dur: 2010, 45). Sudut pandang yangRead More

Posted On May 24, 2015By MaftukhanIn Al-Qur'an, Keislaman

Penafsiran Ayat-ayat Tidur

Setelah mengumpulkan dan mengelompokkan ayat-ayat yang kemungkinan terkait dengan masalah tidur, penulis melanjutkan penelitiannya dengan mulai menampilkan penafsiran para ulama terkait ayat-ayat tersebut. Para penafsir yang dirujuk adalah Ibn Jarir al-Thabari dan Ibn Katsir sebagai representasi dari madzhab tafsir bil ma’tsur (riwayat), al-Razi dan Ibn al-‘Asyur yang mewakili madzhab tafsir bercorak bil ra’yu (rasional). Agar lebih tersusun rapi, penulis membahas ayat-ayat yang menggunakan kata nāma-yanāmu berikut derivasinya terlebih dahulu sesuai dengan urutan surat dalam mushaf. Al-Baqarah: 255 اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ “Allah, tidak ada TuhanRead More

Posted On May 18, 2015By Wawan KurniawanIn Al-Qur'an, Keislaman

Epistemologi al-Qur’an

Apa itu epistemologi al-Qur’an? Barangkali merupakan hal yang tidak biasa jika dalam al-Quran, buku suci yang terdiri dari sekitar enam ribu butir ayat, terdapat lebih dari tujuh ratus lema dari kata عَلِمَ  “tahu” beserta seluruh derivasinya. Artinya, hampir dalam tiap sepuluh ayat terdapat satu dari sekian variasi turunan kata ini. Fakta ini, di samping kenyataan lain yang berkaitan dengan struktur makna kata عَلِمَ, menunjukkan betapa besar penekanan yang diberikan al-Quran terhadap pengetahuan. Meski demikian, juga merupakan hal yang tidak biasa dan aneh bila ternyata sedikit sekali perhatian yang dicurahkan terhadapRead More