Resensi Category

Posted On February 27, 2017By Em Farobi AfandiIn Resensi

Jalan Sunyi Wiji

Meski dalam beberapa hari terakhir review film yang bakal saya tonton ini bersliweran di timeline Facebook dan Twitter, namun saya punya pegangan bahwa tak akan membaca review film sebelum saya menontonnya, agar kalau bagus saya puas betul, kalau jelek biar sempurna saya mengumpati sutradaranya. Haha. Dan meski ketika akan menonton film ini, salah satu kawan saya yang sudah menikmatinya berpesan, “jangan terlalu berekspektasi tinggi, ya.. Filmnya biasa saja.” Itu tidak menyurutkan langkah saya sedikitpun untuk tetap menontonnya. Film yang saya tonton kemarin ini adalah gambaran dari penggalan kisah seorang penyairRead More

Posted On May 23, 2015By Wawan KurniawanIn Resensi

Pengetahuan Ilahiah: Telaah atas al-Risalah al-Laduniyyah

Jika ada suatu modus pengetahuan tertentu yang dengannya seluruh pengetahuan mistik atau sufistik dimungkinkan, maka itu adalah pengetahuan ladunni (literal: dariku). Menolak kemungkinan pengetahuan ladunni akan sama belaka dengan menolak keseluruhan pengetahuan mistik. Satu misal karya yang isinya merupakan hasil pengetahuan ladunni adalah Fushūsh al-Ḫikam, karya teragung al-Syaikh al-Akbar Ibn ‘Arabi. Dalam bagian pengantar, ia menulis pengakuan tentang bagaimana ia mendapatkan ide-idenya, “aku berharap al-Haqq telah menjawab seruanku kala Ia dengar doaku. Tidaklah aku bicarakan selain apa yang Ia ‘bisikkan’ padaku. Tidaklah aku tulis pada lembar ini kecuali apa yang Ia ‘turunkan’ padaku.Read More

Posted On May 22, 2015By Ihya’ UlumiddinIn Resensi

Demokrasi Versus Liberalisme

Kenyataan politik saat ini jauh dari cita-cita idealnya. Politik demokrasi yang tujuannya adalah perluasan akses politik kaum miskin, marjinal dan minoritas sekarang menjadi pengabsahan kekuasaan. Kemudian, hal-hal yang seharusnya berada di ruang privat muncul di ruang publik. Akhirnya yang terjadi adalah kehidupan perpolitikan menjadi ajang transaksi dan negosiasi. Politik demokrasi tidak lagi berfungsi membangun proyek-proyek kesejahteraan umum, tapi lebih merupakan perayaan individualisme dan proseduralisme. Pada titik ini, orang-orang miskin, marjinal dan minoritas hanya menjadi penonton lima tahunan yang terpesona melihat kaum elit politik bersaing merebut kekuasaan tanpa sadar bahwa merekaRead More