Gus Dur Tag

Esai ini adalah “semacam” komentar atas dua paragraf pertama Bab I dari buku Seyyed Hossein Nasr Ideals and Realities of Islam. Seyyed Hossein Nasr memulai uraiannya tentang Islam dengan menegaskan bahwa setiap agama wahyu (revealed religion), termasuk Islam, adalah sekaligus sebuah agama dan Sang Agama. Penegasan ini sebenarnya adalah pembedaan antara unsur esensial agama dan unsur aksidental atau diferensial agama—suatu prinsip epistemologis dasar dalam sophia perennis, perspektif yang digunakan Nasr;[1] unsur esensial berarti unsur intrinsik yang pasti ada dalam setiap, agama, sedangkan unsur aksidental atau diferensial berarti unsur-unsur yang tidakRead More
Perayaan tahun baru Imlek merupakan perayaan terpenting bagi masyarakat Tionghoa. Perayaan ini dirayakan setiap tanggal 1 bulan ke-1 penanggalan kalender Cina dan diakhiri dengan Cap Go Meh pada hari ke-15. Perayaan Tahun Baru Imlek hampir dirayakan di  seluruh pelosok dunia, mengingat banyaknya warga keturunan Tionghoa yang menetap di berbagai negara. Bahkan di beberapa negara, tahun baru Imlek telah resmi masuk ke kalender libur nasional. Indonesia termasuk salah satu negara yang dimaksud tersebut. Ditilik dari sejarahnya, perayaan tahun baru Imlek di Indonesia sejatinya sudah diatur oleh presiden pertama Soekarno. Soekarno kalaRead More
Telaah atas artikel Gus Dur “Pengenalan Islam sebagai Sistem Kemasyarakatan” yang ditulis pada tahun 1978. Ini merupakan artikel kedua dalam buku “Muslim di Tengah Pergumulan”, terbit tahun 1981. Menurut Gus Dur dalam mengkaji sistem kemasyarakatan seharusnya bukan hanya struktur kehidupannya yang bersifat organisatoris belaka, melainkan pengaruh tata nilai kehidupan yang ada dalam sebuah masyarakat terhdap perilaku para warganya. Bila kita menganalisis sistem kemasyarakatan umat islam di Indonesia, maka tidak cukup hanya menghitung berapa jumlah ormas Islam yang ada, dan kemudian membuat kategori, seperti NU, Muhammadiyah, Ahmadiyah, dan lain sebaginya. GusRead More

Posted On June 21, 2015By Wawan KurniawanIn Al-Qur'an, Keislaman, Tasawuf

Ber-ihsān ala Gus Dur

Beberapa waktu lalu media sosial kita sempat ramai gara-gara anjuran Wakil Presiden Jusuf Kalla agar masjid-masjid tidak memutar kaset tilawah sebelum Subuh. (Kompas.com). Komentar dan tanggapan bermunculan, yang mendukung maupun yang mencibir. Tak luput artikel Gus Dur, yang ditulis tiga puluhan tahun lalu dan kemudian disertakan dalam buku Tuhan Tidak Perlu Dibela, juga dilibat-libatkan dalam keramaian itu guna mendukung anjuran JK. Dan memang Gus Dur sendiri dalam artikel berjudul ‘Islam Kaset dan kebisingannya’ itu menyarankan “peninjauan kembali ‘kebijaksanaan’ suara lantang di tengah malam.” (Gus Dur: 2010, 45). Sudut pandang yangRead More